Selasa, 08 November 2016

job desk dan job spek

  Job Deskripsi dari Direksi Pemasaran :
ü  Meninjau usulan RKAP dari seluruh Divisi di Direktorat Pemasaran dan mengajukannya di dalam rapat Direksi dan rapat Komisaris
ü  Merencanakan dan merumuskan kebijakan strategis yang menyangkut Pemasaran
ü  Memonitoring dan mengarahkan proses-proses di seluruh Divisi Direktorat Pemasaran
ü  Melakukan koordinasi strategis antar Direktorat
ü  Melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga/instansi terkait baik dalam maupun dari luar negeri untuk menjalankan strategi Pemasaran
ü  Memberikan masukan kepada Direktur Utama dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan Pemasaran

Job Spesifikasi dari Direksi Pemasaran
ü  Pendidikan         : Perguruan Tinggi (S-1)
ü  Pengalaman       : Minimal 1 (satu) tahun dalam bidangnya.
ü  Kemampuan     :
·         Menguasai dasar-dasar ilmu pemasaran, penjualan, promosi, advertising, administrasi, entertainment, perfilman, broadcasting, photography, keuangan, urusan umum, komputer dan pembukuan.
·         Dapat membuat, menyusun dan mengerjakan konsep dan kerangka kerja yang berhubungan dengan penjadwalan, aplikasi, pengawasa dan pengembangan.
·         Mampu merencanakan, mengadakan dan mengatur negosiasi dengan pihak-pihak lain.
·         Mampu dan aktif berbahasa Inggris
ü variabel resiko dan peluang.
·         Kepemimpinan: Dapat memimpin bawahan dengan baik dalam rangka
ü melaksanakan pekerjaannya.
·         Prakarsa: Memiliki prakarsa yang berkaitan dengan tugas terhadap
ü bawahannya.
·         Analisa: Memiliki kemampuan menganalisa kinerja pemasaran,
ü penjualan dan promosi dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas
ü dan pengawasan
·         Keadaan Darurat: Dapat belaku tenang dan bijaksana terutama dalam
ü hal penyelamatan dokumen-dokumen. Diperlukan kesabaran dalam
ü rangka pencapaian hasil kerja dengan ketelitian yang tinggi. Berlaku

ü tenang, sabar, teliti dan jujur.

job desk dan job spec store operation

job Deskripsi dari Direksi Store Operation :
ü  Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh pelaksanaan operasional perusahaan
ü  Membuat standar perusahaan mengenai semua proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi
ü  Membuat stategi dalam pemenuhan target perusahaan dan cara mencapai target tersebut
ü  Membantu tugas-tugas direktur utama
ü  Mengecek, mengawasi dan menentukan semua kebutuhan dalam proses operasional perusahaan
ü  Merencanakan, menentukan, mengawasi, mengambil keputusan dan mengkoordinasi dalam hal keuangan untuk kebutuhan operasional perusahaan
ü  Mengawasi seluruh karyawan apakah tugas yang dilakukan sesuai dengan standar operasional perusahaan
ü  Bertanggung jawab pada pengembangan kualitas produk ataupun karyawan
ü  Membuat laporan kegiatan untuk diberikan kepada direktur utama
ü  Bertanggung jawab pada proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi

Job Spesifikasi dari Direksi Store Operation :
o   Pendidikan: Perguruan Tinggi (S-1)
o   Pengalaman: Minimal 1 (satu) tahun dalam bidangnya.
o   Kemampuan:
ü  Menguasai dasar-dasar ilmu administrasi, entertainment, perfilman, broadcasting, photography, keuangan, urusan umum, komputer dan pembukuan.
ü  Dapat membuat, menyusun dan mengerjakan konsep dan kerangka kerja yan                                        berhubungan dengan penjadwalan, aplikasi, pengawasan dan pengembangan.
ü  Mampu merencanakan, mengadakan dan mengatur negosiasi dengan pihak-pihak lain.
ü  Mampu dan aktif berbahasa Inggris
o   Kecekatan dan Kecermatan:
ü  Dapat memprediksi dan mengestimasi variabel resiko dan peluang.
o   Kepemimpinan:
ü  Dapat memimpin bawahan dengan baik dalam rangka melaksanakan pekerjaannya.
o   Prakarsa:
ü Memiliki prakarsa yang berkaitan dengan tugas terhadap bawahannya.
o   Analisa:
ü  Memiliki kemampuan menganalisa kinerja operasi, produksi dan proyek dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas dan pengawasan
o   Keadaan Darurat

o   Dapat berlaku tenang dan bijaksana terutama dalam hal penyelamatan dokumen

job desk dan job spec finace

JOB DESCRIPTION

ü  Mendukung pengambilan keputusan informasi keuangan dengan mengumpulkan, menganalisis, menyelidiki, dan pelaporan data keuangan.
ü  menasihati manajemen pada tindakan yang diperlukan; menghitung perkiraan pembayaran pajak kuartalan; perakitan data untuk pengajuan pajak triwulan dan tahunan.
ü  Merespon pertanyaan keuangan dengan mengumpulkan, menganalisis, merangkum, dan menafsirkan data.
ü  Memberikan nasihat keuangan dengan mempelajari masalah operasional; menerapkan prinsip-prinsip dan praktek keuangan; mengembangkan rekomendasi.
ü  Mempersiapkan laporan khusus dengan mempelajari varians; mempersiapkan anggaran; mengembangkan perkiraan.
ü  berpartisipasi dalam kesempatan pendidikan; membaca publikasi profesional; memelihara jaringan pribadi; berpartisipasi dalam organisasi profesional.
ü  Menyelesaikan keuangan dan misi organisasi dengan menyelesaikan hasil terkait yang diperlukan.


JOB SPECIFICATION

ü  Pendidikan                        : min. D3 / S1 dalam jurusan Akuntansi
ü   Pengalaman kerja              : min. 2 thn
ü   Pendidikan teknis dalam bidang keuangan dan/atau ekonomi
ü  Pengalaman sekitar 8-10 tahun variable dalam mengelola unit kerja keuangan di industri fast moving atau manufacturing
ü  Kompetensi :
§   Kepemimpinan
§   Integritas (dapat menjadi role model). 
§   Analytical thinking

§   Usiness savvyness.

job desk dan job spec direksi keuangan

1.       Job desk :
ü  Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.
ü  Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
ü  Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.
ü  Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.
ü  Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.
ü  Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya.
ü  Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan
      2.   Job spec :
ü  Pendidikan teknis minimum S-1 dalam bidang keuangan atau akuntansi.
ü  Pemahaman mengenai standar akuntansi di Indonesia
ü  Pemahaman mengenai sistem keuangan dan akuntansi (komputerisasi)
ü  Pemahaman mengenai perpajakan
ü  Pemahaman mengenai treasury
ü  Pengalaman minimal 10 tahun variabel dalam mengelola keuangan di industri keuangan, consumer goods, atau manufaktur.
ü  Keahlian dan pengetahuan :
·               Kepemimpinan
·               Integritas
·               Pemikiran analitis
·               Kerjasama
·               Peduli terhadap keteraturan



PERBEDAAN JOB DESCRIPTION DAN JOB SPECIFICATION

PERBEDAAN JOB DESCRIPTION DAN JOB SPECIFICATION

JOB DESCRIPTION  adalah Rekaman tertulis mengenai tanggung jawab dari pekerjaan tertentu. Dokumen ini menunjukkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut dan menguraikan bagaimana pekerjaan tersebut berhubungan dengan bagian lain dalam perusahaan.
JOB SPECIFICATION adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan, agar ia dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan bertanggung jawab. Seorang karyawan akan mau dan mampu bekerja dengan baik jika ia ditempatkan pada posisi jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya serta kebutuhannya dapat terpenuhi dengan ia melakukan pekerjaan itu. Oleh sebab itu, perusahaan harus bisa menempatkan karyawan sesuai dengan minat dan kemampuannya serta memperhatikan kebutuhannya.
1.       JOB DESK & JOB SPEC DIREKSI STRATEGI BISNIS
A.      JOB DESK.
-          Memiliki jiwa kepemimpinan
-          Memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan
-          Memiliki jiwa kepemimpinan
-          Memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan
-          Memiliki jiwa kepemimpinan
-          Memiliki dedikasi yang tinggi untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan
B.      JOB SPEC
-          Minimal pendidian s1 di sarankan s2
-          Keterampilan yang baik dalam bidang pemasaran
-          Komukasi
-          Networking
-          Disiplin
-          Bijaksana
-          Sabar
-          Teliti
-          Bertanggung jawab
-          Pekerja keras
-          Mempunyai dasar dasar produksi
-          Kompetensi karakter

Kamis, 06 Oktober 2016

SUMBER DAYA MANUSIA, ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN YANG BAIK DALAM ORGANISASI

SUMBER DAYA MANUSIA
          
salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai tujuan organisasi itu.
             
sumber daya manusia ( SDM ) di bagi menjadi dua yaitu macro dan micro:
a. macro :  individu yang bekerja dan menjadi anggota suatu perusahaan atau institusi dan biasa disebut sebagai pegawai, buruh, karyawan, pekerja, tenaga kerja dan lain sebagainya.
b. micro  :  penduduk suatu negara yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja.
sumber daya manusia menurut para ahli :
Mathis dan Jackson SDM merupakan suatu rancangan sistem-sistem formal dalam suatu organisasi untuk memastikan penggunaan bakat dan potensi manusia secara efektif dan efisien agar bisa mencapai tujuan organisasi.
M.T.E. Hariandja (2002, h 2) Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal. Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

ORGANISASI
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Organisasi menurut para ahli:

  1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  2. James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
  3. Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  4. Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

KEPEMIMPINAN YANG BAIK DALAM ORGANISASI

  1. Pengtahuan yang luas dan mampu berisikap adil.
  2. Daya ingat yang kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.
  3. Kapasitas integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.
  4. ketrampilan berkomunikasi secara efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. 
  5. Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.
  6. Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.
  7.  Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

DAFTAR PUSTAKA:

Leavitt, Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga
Batteman, T.S., Scott A. Snell. (2008). “Manajemen: Kepemimpinan dan
           kolaborasi dalam dunia  yang kompetetif”. Jakarta: Salemba humanika








Rabu, 27 April 2016

KESEHATAN MENTAL

Nama kelompok : edwina mulia
                              fildzah raudina sabilah
                              prinncess schmieder
                              risma vega
                              nurul hikmah

A.  Identitas Jurnal

Ø  Judul: “Stress Kerja Ditinjau dari Konflik Peran Ganda dan Dukungan Sosial pada Perawat”
Ø  Penulis: Ummu Hany Almasitoh
Ø  Departemen Penulis :
Universitas Widya Dharma Klaten, Fakultas Psikologi
Ø  Penerbit: Psikoislamika, Jurnal Psikoogi Islam (JPI) 2011. Lembaga Penelitian Pengembangan dan Keislaman (LP3K). Vol 8. No. 1 2011
Ø  Jenis penelitian: Study Kasus
Ø  Tujuan Penelitian: mengetahui apakah konflik peran ganda dan dukungan sosial mempengaruhi stress kerja pada perawat.
Ø  Metodologi:
Teknik Penelitian : Non random sampel secara purposive, wawancara semi terstruktur, angket dan skala.

B.  Ringkasasan jurnal
            Ellis dan Harley (2011) mendefinisikan perawat adalah orang yang merawat dan menjaga orang yang membutuhkan karena sakit. Berdasarkan wawancara dengan dua orang perawat salah satu rumah sakit swasta di Yogyakarta tugas tugas pokok perawat pelaksanaan bagian rawat inap antara lain, yaitu yaitu melaksanakan pengkajian perawatan, melaksanakan analisis data untuk merumuskan diagnosis keperawatan, merencanakann dan melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana pada individu, melaksanakan pendokumentasian askep, melaksanakan sistem kerja yang terbagi atas tiga waktu yaitu pukul 06.30-13.30, pukul 13.30-20.30 dan pukul 20.30-06.30, melaksanakan tugas siaga on call di rumah sakit, memelihara peralatan keperawatan dan medis agar selalu dalam keadaaan siap pakai, melakukan pre serta post conference dan serah terima pasien pada saat pergantian dinas, mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh kepala ruang, dan melakukan droping pasien. Tugas-tugas yang begitu banyak serta monoton menjadi stresor bagi perawat, terkadang perawat juga harus berhadapan dengan sikap pasien yang emosional.
            Selain permasalahan yang dihadapi, permasalahan yang menimbulkan stress kerja perawat adalah keterbatasan SDM dan peran sebagai wanita bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sebagai ibu rumah tangga yang sama-sama membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian. Stress kerja merupakan beban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance individu (robbins, 2004). Dalam kenyataannya, kebanyakan perawat di Indonesia adalah wanita. Peran ganda yang diemban oleh wanita ini sangat riskan dengan konflik keluarga-pekerjaan. Apalagi pada wanita yang bekerja, karena konflik yang dihadapi dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berfungsi secara normal dan menjadi tidak seimbang (Mansfield,Koch,Henderson,Vicary,Cohen & Young,1991).

Kerangka kerja teoritik
Stres kerja
            Evan dan Johnson (2000) menyebutkan bahwa stress Kerja merupakan satu factor yang menentukan naik turunnya kinerja karyawan. Pemicu stress kerja tersebut berasal dari interaksi seseorang dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya yang tidak nyaman (Luthans, 1998). Ada tiga factor penyebab stress kerja, yaitu:
1.      Factor lingkungan, yaitu keadaan secara global. Lingkungan yang dapat menyebabkan stress ialah ketidakpastian lingkungan, seperti ketidakpastian situasi ekonomi, ketidakpastian politik, dan perubahan teknologi. Kondisi organisasi ini akan mempengaruhi individu yang terlibat didalamnya (Sheridan & Radmacher, 1992).
2.      Factor organisasional, yaitu kondisi organisasi yang langsung mempengaruhi kinerja individu. Kondisi-kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
a)      Karakteristik intrinsik dalam pekerjaan, yaitu setiap pekerjaan memiliki kondisi yang berkaitan dengan pekerjaan.
b)      Karakteristik peran individu. Pekerjaan atau jabatan yang disandang individu memunculkan peran.
c)      Karakteristik lingkungan sosial. Komposisi personalia dalam organisasi akan membentuk pola hubungan interpersonal.
d)     Iklim organisasi, yaitu karakteristik khas yang bersifat relative tetap dari lingkungan suatu organisasi yang membedakannya dengan organisasi lainnya.
e)      Karakteristik fisik lingkungan kerja. Kondisi fisik lingkungan suatu pekerjaan memiliki pengaruh penting pada kinerja dan kepuasan kerja (Gifford, 1987).
3.      Factor individual, terdapat dalam kehidupan pribadi individu diluar pekerjaan, seperti masalah keluarga dan ekonomi (Sheridan & Radmacher 1992).

Aspek – aspek stress kerja
Menurut Schultz dan Schultz (1994) dan Robbins (2004), aspek – aspek stress kerja meliputi, pertama, deviasi fisiologis, hal ini dapat dilihat pada orang Yang terkena stress antara lain adalah sakit kepala,pusing,pening,tidak tidur teratur,susah tidur. Kedua adalah deviasi psikologis yang mencakup sedih,depresi,mudah marah,hati merana gelisah,cemas. Ketiga adalah deviasi perilaku yang mencakup kehilangan kepercayaan kepada orang lain, mudah mempersalahkan orang lain, mudah membatalkan janji atau tidak memenuhi janji. 
Jenis-jenis stress kerja
Quick dan Quick (1984) mengkategorikan jenis stres menjadidua, yaitu: (1) Eustress, adalah akibat positif yang ditimbulkan olehstres yang berupa timbulnya rasa gembira, perasaan bangga, menerimasebagai tantangan, merasa cakap dan mampu, meningkatnyamotivasi untuk berprestasi, semangat kerja tinggi, produktivitas tinggi, timbul harapan untuk dapat memenuhi tuntutan pekerjaan, serta meningkatnya kreativitas dalam situasi kompetitif. (2) Distress, adalah akibat negatif yang merugikan dari stres, misalnya perasaan bosan, frustrasi, kecewa, kelelahan fisik, gangguan tidur, mudah marah, sering melakukan kesalahan dalam pekerjaan, timbul sikap keragu-raguan, menurunnya motivasi, meningkatnya absensi, serta timbulnya sikap apatis.
Konflik Peran Ganda
            Menurut Kahn (dalam  Duxbury & Higgins, 1991) adalah bentuk dari inter-role-conflict dimana tekanan peran dari pekerjaan dan lingkungan keluarga satu sama lain saling bertentangan. Parasuraman, Greenhauss, dan Granrose (1992) dan Voydanoff (1995), mengemukakan bahwa konflik peran ganda dapat terjadi dalam 3 jenis, yang pertama adalah konflik yang disebabkan waktu (time based conflict), kedua adalah konflik yang disebabkan oleh ketegangan (strain based conflict) dan yang ketiga, adalah konflik yang disebabkan oleh perilaku (behavior based conflict). Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya konflik peran ganda, yaitu pengasuhan anak dan bantuan pekerjaan rumah tangga, komunikasi dan interaksi dengan keluarga.
Dukungan Sosial
            Menurut Cohen dan Syme (1985), terdapat empar aspek dukungan sosial, yaitu:
1)      Dukungan emosional
2)      Dukungan informative
3)      Dukungan instrumental
4)      Penilaian positif
            Johnson dan Johnson (2000) mengungakapkan bahwa dukungan sosial secara umum akan meningkatkan:
1)      Produktifitas
2)      Kesejahteraan psikologi
3)      Kesehatan fisik
4)      Managemen stress yang produktif melalui perhatian, informasi, dan umpan balik.
C.  Analisis

Luthans mendefinisikan stres sebagai suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh  perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang. Pada kasus perawat tersebut mengalami 2 peran yang berbeda dalam satu pekerjaan yaitu peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai perawat yang harus memperhatikan keadaan pasien. Hal itu menyebabkan perawat mengalami tuntutan psikologis dan fisik.
Dalam kasus yang ditunjukan diatas para perawat mengalami gangguan distress yang mengakibatkan perasaan bosan  dan kelelahan fisik (Quick and Quick) akibat harus membagi tugas antara perhatian kepada pasien dan perhatian pada keluarga. Namun disisi lain mereka juga mengalami Eustress  yang menyebabkan para perawat menjadi lebih bersemangat dalam menjalani pekerjaan karena adanya dukungan keluarga (dukungan sosial). Menurut Terry Beehr dan John Newman menyimpulkan tiga gejala dari stress pada individu, yaitu:
1)      Gejala psikologis :
a.       Komunikasi yang tidak efektif
b.      Kebosanan dan ketidakpuasan kerja
c.       Kelelahan mental, penurunan fungsi intelektual, dan kehilangan konsentrasi
2)      Gejala fisiologis :
a.       Meningkatnya sekresi dari hormon stres (contoh: adrenalin dan noradrenalin)
b.      Kelelahan secara fisik dan kemungkinan mengalami sindrom kelelahanyang kronis (chronic fatigue syndrome)
3)      Gejala perilaku
a.       Menurunnya prestasi (performance) dan produktivitas

b.      Menurunnya kualitas hubungan interpersonal dengan keluarga dan teman